cuci otak lagi
sekali lagi saya bilang, cuci otak senioritas di sekolah saya dulu itu benar-benar sukses.
tadi petang jadwal saya berkeliaran di kampus, klo malem biasanya ketemu sama Ayu NS temen semasa di SMA, sama2 merayap bareng, tapi jarang dibentak bareng, soale dia kabur duluan sebelum ada sidak. selain ketemu si snoopy itu, saya juga ketemu adik kelas, lupa angkatan setahun ato dua tahun dibawah, yg pasti masih sama2 inget, dia juga masih inget saya. ceritanya kan semalem papasan tuh, saya lagi menggiring mahasiswa masuk kelas setelah istirahat, ketemu di depan kelas, “yuk, masuk kelas lagi” kata saya ke adik kelas itu, “nggak ah, Kak. jam saya udah selesai” jawabnya..
terharu denger masih ada yang manggil “kakak”…soale tadinya saya ngobrol sama si Snoopy, trus ada mahasiswi saya dateng, dia nyapa Kak Ayu ke Snoopy dan Pak ke saya. sepertinya saya perlu rebranding! rejuvenation! eh..saya kan masih MUDA!
titik.
tanggal tigabelas

si guli ngambek
sekalinya pengen bawa mobil di waktu kencan, sekalian biar si Guli ini ga jamuran di garasi, eh, dianya ngambek… mati di lampu merah pula.. errr. bulan lalu juga sempat mogok sehabis makan bareng kebo…
“besok2 kalo kencan bawa si Guli, jangan di tanggal 13 ya” kata kebo
:))
nikmati perjalanannya,bung!

tanjakan tinggi
brrrrrmmmmm….,
dan voila, laut biru, padang ilalang yang menguning dan sepasang pohon. “kris! berhenti! kita harus foto ini. harus!!” motorku aku parkir sembarangan, melompat-lompat, ibu dan bapak yg duduk tak jauh dari kami bengong. kami tak tahu harus bilang apalagi. yang pastinya bersyukur. bersyukur kemarinnya terusir dari Padang Bay dan akhirnya terdampar di antahberantah, googlemaps mendeteksi kami di Amed, penduduk setempat bilang ini di Jemeluk, yang pastinya karangasem. Continue Reading →
filsafat fiksi ilmiah
temen SMA saya, ga sengaja pinter fisika, penjaga bumi, tukang pantau petir, namanya tom-tom. dia pernah menjelaskan tentang hukum newton dengan sangat mudah dan menyenangkan, sejak saat itu saya menjadi penggemar setia hukum Newton ketiga. Aksi dan Reaksi.
ada aksi dan reaksi, ketika kamu memberikan aksi pada sesuatu, maka sesuatu akan memberi reaksi, siapa sesuatu? bukan Syahrini tentunya ;;), aksi dan reaksi itu yang menyebabkan keseimbangan. jika kamu tidak ingin terkena reaksi, jangan membuat aksi. orang bali menyebutnya dengan hukum Karma.
demi keseimbangan, aksi dan reaksi harus terus berlangsung, apa jadinya kalau salah satunya kita hentikan? misalnya saya mendapat aksi, dan demi kebaikan bersama, saya tidak memberikan reaksi yang sama. ya, saya memilih diam.
diam.
memaafkan
dan melupakan
*jad inget pak Gobyah, guru matematika saya yg tak pernah saya mengerti baik personalnya maupun ajarannya -___-”*
hidup adalah pilihan, kan!? tetiba muncul bayangan bapak tua kurus berkacamata bulat, ya sudah, mari kita jalani apa yg bisa kita pertahankan
ah, sepertinya tulisan ini terlalu fiksi, ilmiah, dan filsafat. mungkin saya perlu segelas teh hangat dan segambreng cookies..humm… :) mari.
asistensi
tanggal 27 maret 2012, perlu dicatat dalam sejarah. terserah kamu mau memasukkan ke kategori sejarah dunia, sejarah regional, sejarah bangsa-bangsa, sejarang seni rupa modern, atau sejarah orang ganteng, pokoknya harus dicatat. tanggal 27 maret kemarin, saya mengisi kartu asistensi [jreng..jreeng] kartu asistensi sodara-sodara!!
eh, oke, perkenalan dulu. kartu asistensi adalah kartu pegangan berukuran A4, memuat identitas mahasiswa dan matakuliah yang bersangkutan, diisi oleh dosen sebagai penanda perkembangan projek mahasiswa tersebut. biasanya sih anak-anak senirupa, arsitek yang pake kartu itu, ada yang lain? saya di kedokteran ga pake sih.. *eh oia, selain jadi desainer di kapatudjeng, sopirnya pak manajer, perawat lansia, tukang poto keliling, blogger kambuhan, Continue Reading →
teruntuk #avatarkumisunite
ini gegaranya @eshasw @deyaprayogi dan undangan dari @manr_angga secara angsung di blognya, untuk gabung di #AvatarKumisUnite karena beberapa hari kmren masih sibuk dengan dieline dan materi ngajar, baru sekarang sempat memperbaiki sketsa yg lama tertunda…
baiklah bli nyoman, saya bergabung! yeaah
salam @avatarKumisUnite
Gorontalo (bagian 1)
akhirnya janji tahun lalu terbayar tahun ini. tiba di sulawesi, tepatnya di Gorontal, dimana gorontalo? bukan..ini bukan angel tallo..Gorontalo provinsi no.33, baru berdiri 11tahun, letaknya di sulawesi utara, 6 jam perjalanan dari Manado. pertama tiba disini, seperti kunjungan ke daerah timur atau daerah bukan favorit, seperti menjadi penjelajah waktu. desain2 rumah disini seperti rumah2 yg ada di foto aji tahun 70an. dan yg jdi misteri: kesukaan penduduk disini adalah warna komplementer
tiba di bandara Jalalludin, (berharap ketemu Kahlil Gibran, sampe pulang ga ketemu juga), dijemput mb’tri..kakak saya yg dlu sempat tinggal dirumah di Bali, ketika akan menikah dia kembali lagi ke Gorontalo, dijemput bersama keponakan-keponakan dan kerabat yg driver sungguh super. “kalau ke Kota Gorontalo sekitar 45 menit, kita sekarang ke desa dlu, ketempat upacara di kabupaten Boalemo” kata kakak saya…”berapa lama perjalanan kesana?” tanya saya, “sekitar 2,5 jam” jawab kakak saya… [glek] ah, tapi pengalaman 3 jam terombangambing dari Maumere – Larantuka membuat saya udah siap lahir dan batin. Perjalanan kali ini saya ga bakal ditelponin sama Aji, karena..saya jalan2 bareng beliau. huehehe..ini kali kedua Aji ke Gorontalo, bareng bli sopir mengingat2 setiap pertigaan dan perempatan atau tanda2 lain mendekat ke lokasi, saya masih terkagum-kagum dan berusaha memahami geografis tempat saya ini hingga 5 hari kedepan. Aji ngobrol bareng bli sopir tentang perkembangan provinsi ini, keadaan tanah, hasil bumi, dll, nguping pembicaraan mereka sambil berusaha menemukan lokasi ini seperti memakai GPS hp dengan sinyal tersendat-sendat, otak saya yg bertugas menghitung tiba2 meledak ketika mendengar obrolan luas lahan disini, mereka pakai satuan ribuan hektar. *dhuaarr..digit di otak ga cukup*. ternyata cuma dua jam perjalanan, hari masih terang, kami sudah sampai di Bongo, atau sekarang disebut dengan desa Trirukun, segera bertemu wak tut dan wak man, kakak dari Aji. oia, perjalanan ini misi khususnya menghadiri upacara pengabenan Ayahnya mb’ Tri, misi umumnya, main-main :p. masih roaming tempat, posisi, geografis, ditambah laig sodara-sodara yg tiba2 muncul dan bertanya apa kabar? ibu,adik sehat? dan saya masih berusaha mengingat-ingat, ini siapa ya? maklum banyak dan lama tak bertemu :p
di malamnya pada hari pertama, saya bertemu beberapa kerabat tetangga di gianyar,salah satunya kakek2 dari Dauh Uma, desa tetangga di kampung saya di Gianyar, yg akhirnya beliau malah ngajak ngegossip ttg keberhasilan wilayahnya, beberapa kerabat juga menceritakan ttg wilayah mereka ini. mereka adalah rombongan transmigrasi yg tiba di sulawesi ini pada tahun 1980, ada yg sudah sempat pulang ke Bali, ada juga yang belum pernah samasekali pulang ke Bali, dari pertanyaan mereka tentang kabar tanah kelahiran mereka, tampaknya mereka sangat rindu dengan Bali. Continue Reading →
selamat datang
huhuy..selamat datang adik kecil :)
keponakan saya, jadilah anak yang berbakti, jangan suka kaku seperti ajungnya
*disini udah pasrah dipanggil Aji *sigh
serba-serbi nama
1 jam sebelum boarding di bandara Gorontalo, Sulawesi Utara, ada whatsapp dari bunda cantik, intinya:”lagi2 kita dibilang sodaraan..” katanya si bunda
“ya gpp lah…” balasku enteng
“aku udah bilang enggak, eh dibilang pacarmu. ga ditauin apa aku udah beranak pinak”
*mati ketawa sambil kayang*
perkenalkan saya gung ws, dan bunda cantik rekan saya itu adalah gung wie, nama yg mirip2 bkin kami sering dituduh sebagai sodara, yg lainnya bilang kami pacaran, cuma anak2 nosstress yg nyebar gosip kami selingkuh *keplak!keplak!keplak! tanem di kebun* karena nama yg mirip2 itu udah beberapa kali kami dibilang sodara, ya gpp lah, nah kalo dibilang pacaran itu yg heran. *klo beberapa tahun yg lalu, ketika sama-sama lajang sih, mau :))*. Karena nama jdi pacaran?! klo suka sama suka tapi nama ga sepasang gimana? syukur klo pasangan itu namanya anto-anti, dewa-dewi, klo namanya jasmin? pasangannya teh? klo mawar? harus nyari si kumbang atau duri atau daun?? klo namanya Jaya? pasangannya abadi? nanti malah buka toko bangunan, dan akhirnya sukses, dan mereka bahagia selamanya.
sekian, pesawatnya udah dateng. ciaoo
*nb: setelah dipikir2 ketika transit di Makassar, jangan-jangan itu modus utk kenalan sama gungwie, klo iya, kok ga ada yg mau kenalan sama saya ya? “sodaranya Gung Wie ya?” kemudian obrolan hangat pun dimulai
gtu kek… T.T *tergeletak deket dispenser di gate 1*
interview: ibu kadek
deket rumah saya, di depan panti jompo, deket pertigaan, setelah lewat trafficlight di by pass Prof. Mantra, ada pedagang tipat dan rujak yang enak, klo siang-siang panas, saya biasanya beli es daluman disana. saya memanggilnya bu Kadek, soale anaknya yang kedua, si Kadek temen saya di sekolah SD dulu, klo temen2 anak pertamanya mungkin manggil ibu putu, atau temen2 anak ketiganya manggil ibu koming, entahlah, kali ini sebut saja ibu kadek. mari ktia cari tau kenapa tipatnya bisa enak dan dalumannya bisa seger klo siang-siang panas, cuss Continue Reading →
Selamat Ulangtahun,Den…
kalo lagi keluar bareng Aji, menyusuri jalanan kota Denpasar, beliau selalu cerita tentang kisahnya melihat perkembangan kota ini. Aji lahir, tumbuh dan besar di Gianyar, hanya sekitar 32 km dari Denpasar tidak terlalu jauh, tetapi bisa keluar dari rumah dan berusaha mandiri adalah prestasi. beliau mulai di denpasar sejak 1986. setiap lewat jalan kecubung pasti nunjuk ke sebuah rumah kecil di deket lampumerah di utara,”dulu Aji sama ibu kost disana” katanya. waktu itu Aji baru mengawali karirnya di sebuah hotel di kawasan nusadua, “dulu waktu masih di front office, sering dapet giliran tugas malam, jam 10 mulai nunggu transport di deket lampu merah ini, jalanan masih sepi, lampu penerangan jalan belum banyak” lanjutnya bercerita. “trotoarisasi diluar jalan gajah mada juga baru mulai sekitar awal 90-an, begitu juga dengan pemasangan lampu-lampu penerangan jalan,” bahkan ketika kami pindah ke daerah Biaung tahun 1990, itu harus lewat jalan berkelok-kelok dari tohpati, kalo malem-malem serbi banget dah, dan lagi untuk nyari angkot harus ke tohpati atau batubulan dulu, tapi semua itu berubah, sejak negara api menyerang sejak sekitar tahun 1994 by pass Prof. Dr. Ida bagus Mantra mulai dibuka. Continue Reading →
abegeh di socialmedia
halo kawan-kawan, sudah liat video penganiayaan yg dilakukan antar cewe-cewe abegeh? dari tadi siang TL twitter dan fb saya rame, pada mulanya saya lihat dari tweetnya muzz yg ngetwit penuh amarah yang berisi link video, kirain bercanda, langsung melihat videonya.





